
Poundsterling (GBP) memulihkan sebagian kerugian awalnya terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Eropa hari Rabu(23/4), masih diperdagangkan lebih rendah pada hari itu di sekitar 1,3300.
Pasangan GBP/USD memangkas beberapa kerugian intraday karena Dolar AS (USD) menguat setelah pergerakan naik tajam pada hari Rabu. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, terkoreksi mendekati 99,20 dari level tertinggi sebelumnya di 99,88.
Investor bersiap untuk pemulihan lebih lanjut dalam Dolar AS di tengah optimisme atas de-eskalasi perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan berkurangnya kekhawatiran Presiden Donald Trump memecat Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell karena tidak menurunkan suku bunga.
Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval pada hari Selasa, Donald Trump menyoroti "penurunan tajam dalam defisit perdagangan" dan "peningkatan pendapatan" yang dihasilkan dari pengenaan tarif pada mobil asing, aluminium, dan baja.
Trump menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahannya sedang merundingkan kesepakatan dengan beberapa negara, yang akan segera berlaku. Mengenai situasi terkini dengan Tiongkok, Trump berkomentar bahwa "diskusi dengan Beijing berjalan dengan baik". Presiden menambahkan bahwa ia berpikir "mereka akan mencapai kesepakatan".
Trump lebih lanjut menambahkan bahwa tarif pada Tiongkok tidak akan setinggi "145%, tetapi tidak akan nol".
Selain itu, Presiden Trump menepis kekhawatiran akan pemecatan Jerome Powell meskipun mengkritiknya karena tidak mendukung perluasan kebijakan moneter. "Pers memberitakan banyak hal. Tidak, saya tidak bermaksud memecatnya. Saya ingin melihatnya sedikit lebih aktif dalam hal idenya untuk menurunkan suku bunga."
Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, investor menghukum Dolar AS dan aset AS karena serangan Trump terhadap independensi Fed dan berita utama yang terus berubah tentang kebijakan perdagangan. Pelaku pasar mulai meragukan status safe haven Dolar AS.
Pada jam perdagangan Amerika Utara, investor akan fokus pada data awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) Global S&P AS untuk bulan April. (Newsmaker23)
Sumber: FXStreet
Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan ge...
GBP/USD menguat ke sekitar 1,3480 pada awal sesi Asia hari Jumat, bertahan di atas 1,3450. Penguatan ini terjadi karena dolar AS kembali melemah, seiring pasar makin yakin peluang pemangkasan suku bun...
Nilai tukar GBP/USD bergerak stabil di kisaran 1,3465 pada awal perdagangan Asia hari Rabu(31/12). Pergerakan yang cenderung tenang ini terjadi karena volume transaksi diperkirakan tipis menjelang lib...
Poundsterling Inggris (GBP) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(24/12), dengan Greenback menemukan sedikit dukungan di tengah berkurangnya likuiditas selama sesi liburan AS yang dipersingka...
GBP/USD menguat setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Pada sesi Asia Senin, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3394, mendekati level 1,3400, menjelang rilis PDB Inggris...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...